Membentuk Generasi Muslim Berkualitas

Jl. Panda Barat 44 Palebon Pedurungan, Semarang, 50199

logo

024-6731280

024-6731281

07:00 - 17:00 WIB

Senin - Sabtu

logo

123 456 789

info@example.com

Goldsmith Hall

New York, NY 90210

07:30 - 19:00

Monday to Friday

The child has one intuitive aim: self development

Kunci Sukses Belajar Matematika

Oleh: Filia Ozaliana Ulfah, M.Pd.

(Guru Matematika SMP Islam Terpadu PAPB Semarang)

 

MATEMATIKA-menurut Lawlor (1988: 9) adalah suatu ilmu pengetahuan yang jelas dan teknis, serta terdiri dari fakta dan keterampilan. Maka, siswa ketika menghitung atau saat belajar matematika membutuhkan apapun itu yang mungkin ada di lingkungan sekitar. Sehingga sebagai guru harus menyampaikan manfaat belajar matematika terutama untuk kehidupan siswa sehari-hari. Tentu saja tidak hanya hitung menghitung, melainkan juga kemampuan berpikir analitis, kemampuan problem solving yang baik, berlogika dan lain-lain.

Lebih dari itu, matematika ternyata mempunyai potensi yang besar untuk memberikan berbagai macam kemampuan, dan sikap yang diperlukan oleh manusia agar ia bisa hidup secara cerdas  dalam lingkungannya, dan agar bisa mengelola berbagai hal yang ada di dunia ini dengan sebaik-baiknya. Tapi juga bukan rahasia lagi bahwa matematika menjadi momok bagi sebagian besar siswa. Meski demikian semua siswa tentu saja ingin sukses atau bisa, syukur-syukur pintar matematika. Pertanyaannya adalah apa syarat dan kunci sukses belajar matematika?

Untuk sukses belajar matematika itu prasyaratnya ada dua yaitu senang dan rajin. Senang berarti, senang dengan matematika, senang dengan guru yang mengajarkan, dan senang pada saat belajar. Sedangkan yang dimaksud rajin berarti rajin belajar dan rajin mengerjakan soal-soal latihan yang bervariasi. Ingat bahwa belajar matematika tidak cukup dengan membaca dan menghafal rumus saja, tetapi harus disertai dengan banyak latihan soal. Mulailah mengerjakan soal-soal yang mudah dan sederhana, barulah soal-soal yang sedang dan sulit bahkan menantang.

Adapun kunci untuk belajar matematika antara lain: pertama, tahu apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan pada soal. Kedua, tahu rumus atau cara yang digunakkan untuk menyelesaikan soal, dan ketiga, bisa menghitung. Ketiga kunci tersebut harus dimiliki siswa, jika salah satu saja tidak dimiliki, tentu saja siapapun tidak akan sukses belajar matematika.

Sebenarnya keberhasilan belajar tergantung dari niat dan usaha keras setiap individu. Intinya yang diperlukan dalam belajar adalah kerja keras praktek dan aplikasi. Dalam belajar persaingan merupakan motivator terbaik. Sedangkan mengajar adalah menggiring keras, dengan praktek ketrampilan dan aplikasi keras agar membuat siswa berusaha dan berkonsentrasi sehingga siswa dapat menggali pengetahuan mereka dalam pelajaran matematika.  Nilai-nilai moral yang terkandung terdiri dari kerja keras, upaya dan disiplin diri. Teori sumber daya untuk belajar tergantung pada kualitas guru.

Diakhir tulisan ini penulis akan sampaikan idiom tradisional cina, bahwa ketekunan bisa memperbaiki yang biasa-biasa saja. Ada seekor burung gereja yang lambat harus membuat awal yang sebelumnya. Orang Cina percaya bahwa belajar adalah tugas yang serius, bahkan untuk anak-anak. Hampir semua guru, siswa dan bahkan orang tua berpikir bahwa yang terpenting untuk belajar matematika dengan baik adalah ketekunan atau usaha, tetapi tidak kecerdasan bawaan. Bahkan untuk yang lambat belajar, orang tua dan guru masih percaya bahwa dia dapat membuat kemajuan jika ia belajar keras. Artinya, ”Tidak ada rasa sakit, tidak ada yang didapat”.

Selanjutnya pengaruh budaya pertanian di Cina: bahwa untuk belajar matematika dengan baik adalah ketekunan atau usaha, tetapi tidak kecerdasan bawaan. Ketekunan bisa memperbaiki yang biasa-biasa saja. Seekor burung gereja yang lambat harus membuat awal yang sebelumnya. (usman/ed-17)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *