Membentuk Generasi Muslim Berkualitas

Jl. Panda Barat 44 Palebon Pedurungan, Semarang, 50199

logo

024-6731280

024-6731281

07:00 - 17:00 WIB

Senin - Sabtu

logo

123 456 789

info@example.com

Goldsmith Hall

New York, NY 90210

07:30 - 19:00

Monday to Friday

The child has one intuitive aim: self development

Mewujudkan Toleransi di Sekolah

Oleh: Miftahudin Hanif

(Siswa Kelas 8A SMP Islam Terpadu PAPB Semarang)

 

KATA-toleransi sering kita dengar, disampaikan, terlebih sering sekali diamanatkan dimuka umum. Namun alangkah lebih baik bila kita juga paham akan makna toleransi yang tiada lain adalah, suatu sikap menerima atau tidak menghalangi seseorang yang berbeda dengan kita entah itu pendapat, agama, ras dan lain-lainnya.

Dalam lingkungan bermasyarakat, sifat toleransi harus selalu dikedepankan untuk terjalinnya kerukunan dan ikatan kepercayaan yang kuat. Dalam proses belajar toleransi, manusia bisa belajar dari mana saja. Mungkin dari lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dan lain-lain. Akan tetapi pasti fase sekolah akan dialami oleh setiap orang dan di fase ini kita belajar untuk saling mengerti dan menerima setiap perbedaan manusia.

Salah satu contoh menerapkan toleransi di sekolah antara lain adalah: Pertama, yang biasanya terjadi saat kegiatan belajar mengajar (KBM) adalah kegiatan diskusi yang biasanya dilakukan oleh guru untuk melatih kekompakan dan sifat toleransi yang perlu dikembangkan oleh siswa. Di kegiatan ini adalah sebuah kesempatan besar dalam belajar sifat toleransi. Di sini kita dapat berlatih mengemukakan pendapat dan mengalah saat pendapat kita tidak disepakati oleh teman sesama kelompok diskusi.

Kedua, tidak memandang apapun untuk mencari teman. Dalam mencari teman kita tidak boleh melihat apakah mereka itu jelek, tampan, cantik dan lain sebagainya. Karena, dalam mencari teman kita harus menerima apapun kekurangan mereka dan menghargai kelebihan mereka. Justru yang hanya menjadi pembatas antara pergaulan kita adalah sikap mereka, yakni jika mereka bandel atau nakal, jangan dimusuhi melainkan cukup jauhi saja untuk menjaga diri dari masalah.

Ketiga, berorganisasi dalam organisasi siswa intra sekolah (OSIS). Dalam organisasi yang dibentuk di setiap sekolah ini dapat melatih sifat toleransi dalam jarak yang lebih jauh lagi. Terlebih  karena OSIS selalu menjadi tempat memberikan opini untuk membantu sekolah dalam kegiatan tentu akan menjadi sarana yang bagus untuk belajar sifat toleransi dan berorganisasi. Semoga kita bisa menerapkannya. (usman/ed-17)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *