Membentuk Generasi Muslim Berkualitas

Jl. Panda Barat 44 Palebon Pedurungan, Semarang, 50199

logo

024-6731280

024-6731281

07:00 - 17:00 WIB

Senin - Sabtu

logo

123 456 789

info@example.com

Goldsmith Hall

New York, NY 90210

07:30 - 19:00

Monday to Friday

The child has one intuitive aim: self development

SMP IT PAPB Ciptakan Gerakan Pungut Sampah

TUNJUKKAN SAMPAH-siswa siswi SMP Islam Terpadu PAPB Semarang memperlihatkan sampah yang telah dipungut di halaman sekolah, untuk kemudian dimasukkan di tong sampah, Kamis (15/8/2019)

smpislampapb.sch.id-Guna menjaga kebersihan sekolah bebas dari sampah plastik, daun, kertas, dan lainnya, siswa siswi kelas 9, 8, SMP Islam Terpadu PAPB Semarang, Kamis (15/8/2019) melaksanakan kegiatan unik memungut sampah dengan tema ‘Satu siswa satu sampah’ bertempat di halaman sekolah, usai kegiatan ikrar yang setiap pagi dilaksanakan.

Kepala sekolah H. Ramelan mengatakan, keberadaan sampah yang tercecer atau sengaja dibuang sembarangan, perlu diambil. Terlebih, gerakan ini sebagai bukti dukungan terhadap Peraturan Walikota (Perwal) Semarang Nomor 27 Tahun 2019 tentang Pengendalian Sampah Plastik yang sudah dikeluarkan sejak bulan Juni 2019 lalu.

“Sejalan dengan program Adiwiyata yang kami usung, serta mewujudkan partisipasi bersama terhadap kebersihan lingkungan sekolah, kami meminta anak-anak memungut sampah yang tercecer. Baik sampah yang ada di halaman, depan kelas, atau sela-sela tanaman untuk kemudian diambil dan dimasukkan di tong sampah,” ungkapnya.

Sementara, penanggung jawab pendidikan karakter SMP IT PAPB Prihani Hastuti menjelaskan, bahwa keberadaan sampah perlu ditangani dengan kepedulian siswa yang memungut sampah jika menemukannya.

“Sebagai bentuk mewujudkan kepedulian bersama, kami selalu menjaga kebersihan melalui gerakan memungut sampah secara massal,” jelasnya.

Hani juga menambah, gerakan memungut sampah ini rencanakan juga akan dibiasakan seminggu sekali. “Setiap Kamis pagi, gerakan pungut sampah akan kami lakukan agar sampah yang tercecer nihil. Gerakan ini juga sebagai ikhtiar menanamkan karakter siswa yang cinta dan peduli terhadap lingkungan. Dan tidak hanya di sekolah, melainkan juga bisa terimplementasi selama berada di rumah,” pungkasnya.

Penulis: Usman Roin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *