Membentuk Generasi Muslim Berkualitas

Jl. Panda Barat 44 Palebon Pedurungan, Semarang, 50199

logo

024-6731280

024-6731281

07:00 - 17:00 WIB

Senin - Sabtu

logo

123 456 789

info@example.com

Goldsmith Hall

New York, NY 90210

07:30 - 19:00

Monday to Friday

The child has one intuitive aim: self development

Guru BK, Orangtua dan Generasi Milenial

Oleh : Yani Dwi Purwanti *

MENGHADAPI-anak remaja era milenial ini sangat krusial, menurut saya. Mungkin juga menurut teman-teman lain. Generasi milenial ini semacam terminologi generasi dan banyak sekali dibicarakan. Katanya juga anak generasi ini suka tidak sepemikiran dengan orang tuanya. Iya kah? Entahlah, saya belum memiliki anak remaja. Namun dalam jangka beberapa tahun lagi anak saya pun akan beranjak remaja. Jadi saya mesti paham nih tentang pola asuh yang harus diterapkan pada anak era milenial.

Saya selaku Guru BK sering mendapatkan permasalahan anak-anak remaja saat ini. Perilaku siswa yang unik dan menarik baik dalam ranah positif maupun negatif menjadi hal yang mudah ditemukan di sekolah. Dalam ranah positif, karakteristik siswa sebagai generasi millenial yang mudah mengakses informasi dan akrab dengan teknologi menjadikan siswa lebih kreatif, inovatif, dan mampu mengembangkan dirinya untuk meraih prestasi di bidang akademik, olahraga, seni, dan media kreatif melalui cara-cara baru yang tidak bisa dilakukan oleh generasi sebelumnya. Akan tetapi, generasi milenial juga seringkali terjebak pada beberapa permasalahan seperti nomophobia (kecanduan gawai), cyber bullying melalui media sosial, degradasi moral karena banyak konten di media sosial yang kurang mendidik, dan lain sebagainya. Kondisi ini membuat siswa terhambat dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah dan sulit mencapai tujuan pendidikan nasional.

Sebagai bagian dari komponen pendidikan, guru bimbingan dan konseling (BK) atau konselor merupakan salah satu pihak yang bertanggung jawab dalam membimbing siswa agar tidak menyalahi norma dan nilai yang berlaku. Bekerja sama dengan orangtua dan staf sekolah lainnya perlu melakukan pencegahan, pendampingan, dan tindakan kuratif pada siswa generasi milenial agar dapat berkembang secara optimal. Akan tetapi, guru BK/konselor, orangtua dan staf sekolah sering kali mengalami penolakan dari generasi milenial. Dengan alasan bahwa guru dan orangtua tersebut kuno, ketinggalan zaman, dan tidak memahami kondisi “zaman now”.

Maka dari itu konselor sebaiknya hadir sebagai sosok yang menyenangkan, adaptif, kekinian, dan mengerti perkembangan zaman. Akan tetapi, konselor juga perlu konsisten memegang nilai dan norma yang harus digunakannya dalam membimbing konseling agar tidak salah arah dan tersesat dalam pusaran arus millenial yang semakin kuat. Konselor yang ramah, kekinian, mengerti trend anak muda dan memahami teknologi masa kini akan hadir sebagai sahabat siswa yang mampu mengerti, memahami, mencegah, membimbing, dan menuntun siswa pada jalan kesuksesan yang menjanjikan. Laksana sebuah lampu, konselor adalah lampu yang diisi dengan bahan bakar resiliensi tinggi, untuk menghasilkan cahaya kedamaian dan menjadi tuntunan bagi siswa generasi milenial agar dapat berkembang secara optimal.

Baca Juga: Memilihkan Makanan yang Higienis untuk Anak

Terus bagaimana dengan orang tua? Nah, sebagai orangtua tentu saja ada beberapa hal yang harus diterapkan dalam pola asuh anak era milenial. Anak tetap menjadi anak baik dan berbudi pekerti, meski digerus zaman dan teknologi namun kesopanan dan agama wajib diperhatikan.

Tanggung Jawab
Kalau membicarakan pola asuh, pasti langsung ke ibu. Ya karena ibu adalah pemegang peran penting dalam pengasuhan anak. Padahal ayah juga memiliki peran penting loh dalam pengasuhan. Orang tua, ayah dan ibu itu harus memiliki tipe pengasuhan yang sama supaya tidak bikin anak bingung. Jangan memberikan tanggung jawab pengasuhan pada pihak ketiga, termasuk pada kakek neneknya, karena yang berhak atas pengasuhan anak adalah orang tuanya. Peranan orang tua utuh yang sehat akan membuat anak terhindar dari dampak buruk pergaulan.

Kedekatan
Bukan hanya raga yang dekat namun juga jiwanya. Antara anak dan orang tua harus ada bonding atau kedekatan jiwa yang kuat, salah satunya dengan sering memeluk anak. Itu adalah salah satu pendekatan emosional yang bisa membuat anak tenang.

Tujuan Pengasuhan
Tujuan pengasuhan harus jelas arahnya. Sejak anak lahir ya harus dirumuskan nih bagaimana kesepakatan dengan suami pada pola asuh anak dan apa saja yang akan diterapkan pada pola asuh anak dan cari tahu bagaimana cara pendekatannya. Jadi jika sudah dirumuskan maka akan terarah pula tujuannya.

Kuatkan Fondasi Agama
Wajib hukumnya orangtua mengajarkan anak-anak tentang agama. Pendidikan agama wajib sekali ditanamkan sejak dini. Mengajarkan anak agama bukan semata-mata belajar mengaji namun belajar mengkaji diri juga. Jadi jangan biarkan anak kosong agamanya. Jika fondasi agamanya kuat, insyaAllah anak generasi milennial akan tetap santun.

Bicara yang Baik
Orangtua ya harus bicara yang baik dan bicara baik-baik dengan anak. Tidak boleh bohong dan wajib membaca bahasa tubuh anak juga. Iya, menjadi ibu harus bisa membaca bahasa tubuh anak dan mendengarkan perasaan anak juga. Jangan menyalahkan, jangan membandingkan, jangan memberikan label atau cap. Hal itu hanya akan membuat anak tidak ada harganya saja. Komunikasi dua arah dengan anak dengan baik-baik setiap mengambil keputusan atau hanya sekadar ngobrol dengan anak.

Masa pubertas
Anak memasuki masa pubertas, otomatis orangtua harus memberitahu anak tentang sex. Hmm…. masih tabu ya kalau dibicarakan dengan anak. Tapi ini penting loh adanya sex education pada anak. Tapi ya tentu saja dengan bahasa yang bisa dimengerti anak. Apalagi jika anak sudah mulai menstruasi, wajib sekali memperkenalkan pemahaman seks pada anak agar anak tahu dan paham juga.

Era digital, era milennial tentu saja anak mau tidak mau harus mengikuti. Untuk penggunaan gawai (gadget) pada anak ada batasan waktunya. Anak tidak seenaknya menggunakan gawai. Anak pun memiliki tanggung jawab. Untuk akses internet sebaiknya dipantau dan dibatasi agar anak tidak melihat situs yang tidak seharusnya dilihat. Era milenial ini meski gawai dan teknologi semakin mencuat, namun jangan sampai anak-anak menjadi budak gawai. Maka obrolan santai sepulang sekolah bisa menjadi alternatif untuk kita para orangtua. Atau misalnya dengan memasak bersama dan renang bersama. Hangout bersama juga seru atau nonton film bersama.

* Penulis adalah guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMP Islam Terpadu PAPB Semarang

Editor Bahasa: Mokhamad Malikul Alam

Ilustrator Gambar: Mokhamad Malikul Alam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Twitter
Please fill all required widget settings!

Disiplin dan Kondusif

Sebagai salah seorang almuni SMP IT PAPB Semarang, saya merasa bersyukur pernah menuntut ilmu disini. Dari sini, saya banyak mendapatkan…
testimoni-for-website-alumni-smp-islam-terpadu-papb-semarang-Khansa-Dita-Farida
2016-03-14T15:19:08+07:00
Sebagai salah seorang almuni SMP IT PAPB Semarang, saya merasa bersyukur pernah menuntut ilmu disini. Dari sini, saya banyak mendapatkan perbekalan ilmu, tak hanya akademik, namun juga dalam hal keagamaan. Kedisplinan dan pendekatan secara personal menjadi hal yang paling saya ingat. Komunikasi terjalin dengan amat baik antara guru dan murid sehingga tercipta lingkungan yang kondusif dan berpendidikan. Bagi saya, SMP […]

Pengaruh Besar

Pernah belajar di SMP IT PAPB Semarang merupakan suatu hal yang sangat saya syukuri karena memberikan pengaruh yang sangat besar…
testimoni-for-website-alumni-smp-islam-terpadu-papb-semarang-yanuar-muhammad-najih-Yanuar-Muhammad-Najih
2016-03-14T15:19:18+07:00
Pernah belajar di SMP IT PAPB Semarang merupakan suatu hal yang sangat saya syukuri karena memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap diri saya saat ini. Sistem pendidikan di PAPB didesain supaya anak didik tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan saja, namun juga menjadi terbiasa dalam menunaikan sholat berjamaah serta menjalankan amalan-amalan ibadah lainnya. Dengan pembiasaan-pembiasaan yang baik tersebut, lulusan SMP […]

Gurunya Asyik Kreatif & Komunikatif

Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari almuni SMP IT PAPB Semarang, tak hanya akademiknya yang unggul, namun sekolah ini menciptakan…
Alfin-Darari-testimoni-for-website-alumni-smp-islam-terpadu-papb-semarang-

Alfin Darari,

Alumni

2017-05-22T16:45:31+07:00

Alfin Darari,

Alumni

Alfin-Darari-testimoni-for-website-alumni-smp-islam-terpadu-papb-semarang-
Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari almuni SMP IT PAPB Semarang, tak hanya akademiknya yang unggul, namun sekolah ini menciptakan sebuah sistem lingkungan  untuk pendidikan akhlak, karakter dan kedisiplinan, membiasakan pegajaran amal ibadah lainya seperti sholat dhuha, sholat harus berjamaah, dsb, ditambah lagi sistem pengajarannya gurunya yang asyik, kreatif dan komunikatif membuat siswa mudah memahami pelajaran secara fundamental. “Sukses terus […]

Good Memories in Junior High School

Menghabiskan 3 tahun di SMP IT PAPB adalah momen yang ga pernah saya sesalin. Guru-gurunya juga mengayomi semua, tapi masih…
Vina-testimoni-for-website-alumni-smp-islam-terpadu-papb-semarang

Gusti Vina Aprilia

Alumni

2017-05-22T16:57:23+07:00

Gusti Vina Aprilia

Alumni

Vina-testimoni-for-website-alumni-smp-islam-terpadu-papb-semarang
Menghabiskan 3 tahun di SMP IT PAPB adalah momen yang ga pernah saya sesalin. Guru-gurunya juga mengayomi semua, tapi masih asik dan bisa becandaan bareng! Lingkungan sekolah yang ga bising suara jalan raya juga bikin konsen belajar. Solat jamaah yg harus jalan kaki beberapa langkah yang paling ga bikin lupa. Dan satu hal yang saya sadari, dari PAPB lah saya […]

Merasa Terpaksa

Rutinitas akademik dan kegiatan sekolah yang saya terima dari  SMP IT PAPB mendidik saya menjadi seseorang yang lebih baik meski…
DITO-PUTRA-HIDAYAN-testimoni-for-website-alumni-smp-islam-terpadu-papb-semarang-2017-web support by duaide

Dito Putra Hidiyan

Alumni IV

2017-05-29T19:19:47+07:00

Dito Putra Hidiyan

Alumni IV

DITO-PUTRA-HIDAYAN-testimoni-for-website-alumni-smp-islam-terpadu-papb-semarang-2017-web support by duaide
Rutinitas akademik dan kegiatan sekolah yang saya terima dari  SMP IT PAPB mendidik saya menjadi seseorang yang lebih baik meski awalnya merasa terpaksa. Namun berkat interaksi yang baik dari para guru dan peraturan sekolah membuat saya belajar banyak mengenai sesuatu hal yang baik untuk saya di masa depan. Sehingga saya bisa melewati UN dan Lulus Tahun 2010 berkat peran penting […]

Masa SMP ! dengan Tegasnya.

Setiap kali saya ditanya masa-masa apa yang paling mengesankan menurutmu, Liz? Saya jawab dengan tegas : MASA SMP ! karena…
LIZA-ZULFANA-MUFIDA-testimoni-alumni-for-smp-islam-terpadu-papb-semarang-2017-website-support-by-duaide
2017-05-29T19:31:53+07:00
Setiap kali saya ditanya masa-masa apa yang paling mengesankan menurutmu, Liz? Saya jawab dengan tegas : MASA SMP ! karena apa? Karena persaudaraan erat tanpa memandang status sosial seseorang. Iya benar sekali, di SMP saya tercinta SMP IT PAPB. Adek juga keponakan saya pun bersekolah di SMP IT PAPB. Para Guru Mampu menjaga kepercayaan dan amanah dari keluarga besar saya. […]

Pendidikan Formal & Agama Beriringan

Alhamdulillah.. saya diberi kesempatan untuk menuntut ilmu di kampus SMP IT PAPB yang penuh dengan bimbingan agama dan pendidikan formal…
Nungki-Wardhani-testimoni-alumni-for-smp-islam-terpadu-papb-semarang-2017-website-support-by-duaide
2017-05-29T19:41:55+07:00
Alhamdulillah.. saya diberi kesempatan untuk menuntut ilmu di kampus SMP IT PAPB yang penuh dengan bimbingan agama dan pendidikan formal yang berjalan beriringan. Yang InsyaAllah akan menjadi pedoman agar kita tidak terlena oleh dunia” Warm regards,

Syukur dan Bangga

Buat saya menjadi alumni dari SMP IT PAPB Semarang adalah sesuatu hal yang harus disyukuri dan dibanggakan. Karena disini saya…
Nurhandini-Maghda-Laily-testimoni-alumni-for-smp-islam-terpadu-papb-semarang-2017-website-support-by-duaide
2017-05-29T19:48:21+07:00
Buat saya menjadi alumni dari SMP IT PAPB Semarang adalah sesuatu hal yang harus disyukuri dan dibanggakan. Karena disini saya diajarkan untuk tidak hanya berhasil dalam urusan akademik tetapi juga dalam urusan agama yang belum tentu saya dapatkan di sekolah lain. Dan salah satu hal yang mengesankan adalah hubungan antara siswa dan guru yang terjalin dengan sangat baik, akrab tetapi […]

Tidak Pernah Ragu

Tidak pernah ragu kami memutuskan menyerahkan pendidikan anak kami ke SMP IT PAPB Semarang. Dan itu terbukti sampai sekarang, bagaimana…
ortu-siswa-Ngurah-Ayu-Nyoman-Murniati-testimoni-alumni-for-smp-islam-terpadu-papb-semarang-2017-website-support-by-duaide

Dr. Ngurah Ayu NM, M.Pd.

Orang Tua Siswa

2017-05-29T19:50:25+07:00

Dr. Ngurah Ayu NM, M.Pd.

Orang Tua Siswa

ortu-siswa-Ngurah-Ayu-Nyoman-Murniati-testimoni-alumni-for-smp-islam-terpadu-papb-semarang-2017-website-support-by-duaide
Tidak pernah ragu kami memutuskan menyerahkan pendidikan anak kami ke SMP IT PAPB Semarang. Dan itu terbukti sampai sekarang, bagaimana bangunan akhlak-karakter dan keilmuan mereka terbentuk. Terima kasih tak berhingga terhatur, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan RahmatNya kepada Yayasan, Kepala Sekolah, guru, dan tenaga kependidikan SMP PAPB… Dan Semoga PAPB tetap berjaya dan sarat prestasi.

Bekal Berjuang di Ibukota

Sebagai Alumni SMP IT PAPB Angkatan ke- 4 , saya Lutfi Agizal sanggat bangga sekali bisa menuntut ilmu pendidikan serta…
Lutfi-Agizal-testimoni-alumni-for-smp-islam-terpadu-papb-semarang-2017-website-support-by-duaide

Lutfi Agizal

Alumni IV

2017-05-29T20:49:12+07:00

Lutfi Agizal

Alumni IV

Lutfi-Agizal-testimoni-alumni-for-smp-islam-terpadu-papb-semarang-2017-website-support-by-duaide
Sebagai Alumni SMP IT PAPB Angkatan ke- 4 , saya Lutfi Agizal sanggat bangga sekali bisa menuntut ilmu pendidikan serta ilmu agama islam di sekolah yang saya bangakan. Alhamdulillah saat ini saya melanjutkan Kuliah di Universitas Pancasila Fakultas Psikologi Jakarta. Bekal ilmu agama yang diberikan di SMP IT PAPB menjadikan pondasi Agama serta Karakter saya yang saat ini terjun di […]