Membentuk Generasi Muslim Berkualitas

Jl. Panda Barat 44 Palebon Pedurungan, Semarang, 50199

logo

024-6731280

024-6731281

07:00 - 17:00 WIB

Senin - Sabtu

logo

123 456 789

info@example.com

Goldsmith Hall

New York, NY 90210

07:30 - 19:00

Monday to Friday

The child has one intuitive aim: self development

Manfaat Disiplin di Sekolah

Oleh: Miftahuddin, S.Pd.I.*

DISIPLIN-di sekolah itu sangat diperlukan. Karena dalam aplikasinya, kedisiplinan berguna sebagai tolok ukur mampu atau tidak seseorang dalam menaati aturan yang sangat penting bagi stabilitas kegiatan belajar mengajar.

Selain itu sikap disiplin diperlukan untuk masa depan bagi pengembangan watak dan pribadi seseorang agar menjadi tangguh dan dapat diandalkan bagi seluruh pihak. Terutama disiplin dalam etika dan kesopanan merupakan salah satu hal yang sangat sulit diperbaiki di zaman sekarang sebab ada pengaruh teknologi, perkembangan zaman, dan faktor lingkungan.

Untuk kedepannya siswa perlu ditingkatkan lagi pemahaman tentang etika dan kedisiplinan. Serta membatasi penggunaan teknologi agar tidak terjerumus ke dalam hal negatif. Lalu terkait manfaat kedisiplinan bagi penulis bisa terjabarkan sebagai berikut:

Pertama, memberikan rasa aman. Kedisiplinan tentu akan memberikan rasa aman dan nyaman, apabila semua penduduk sekolah dapat mematuhi area kedisiplinan ini maka setiap sekolah akan merasakan aman dan nyaman dalam melaksanakan pembelajaran.

Kedisiplinan tidak hanya dilakukan oleh siswa saja, tetapi kedisiplinan harus dilakukan oleh semua warga yang ada di sekolah. Termasuk para wali murid, yang harus disiplin untuk menjaga dan mengasuh anaknya menjadi pribadi yang berkarakter. Rasa aman dalam sekolah juga dapat dilihat dari warga sekolah yang melakukan segala sesuatu dengan musyawarah, karena sangat banyak manfaat musyawarah yang penting untuk kehidupan.

Kedua, melatih tanggung jawab. Selain manfaat hidup mandiri, manfaat disiplin pun akan dapat melatih tanggung jawab seseorang atas apa yang telah diperbuat. Orang menjadi disiplin itu artinya mereka menaati aturan yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa individu itu bertanggung jawab atas dirinya dengan mematuhi aturan-aturan yang ada sehingga menjadi individu yang disiplin. Tentu hal seperti ini baik bila diajarkan sejak dini agar anak-anak kelak bertanggung jawab dan disiplin.

Ketiga, menjadi anak teladan. Di sekolah tentu ada anak teladan, anak teladan tidak hanya dilihat dari kepandaiannya saja, tetapi juga dilihat dari bagaimana menjalankan kehidupan atau berperilaku terhadap teman-temannya di kesehariannya. Hal ini tentu tidak jauh dari sikap disiplin yang harus dimiliki oleh siswa. Sikap disiplin seperti ini akan membantu siswa menjadi anak teladan.

Keempat, menjadi anak yang berprestasi. Bukan tidak mungkin seseorang yang memiliki kedisiplinan tinggi akan mendapatkan prestasi yang melimpah, entah itu prestasi dalam bidang karakter atau bidang pendidikannya. Pada dasarnya prestasi ini memang di dongkrak dengan sikap disiplin dari siswa-siswinya, salah satunya adalah disiplin dalam waktu. Menghargai waktu dan terus belajar sehingga akan membuat siswa menjadi pandai dan berprestasi.

Kelima, kegiatan belajar mengajar lebih efektif. Banyak siswa kadang tidak disiplin dalam pelajaran. Misal siswa sering ribut ketika guru menerangkan. Hal ini tentu karena siswa tidak memiliki rasa tanggung jawab dan disiplin terhadap apa yang sudah dituliskan dalam peraturan. Maka dari itu perlunya pendisiplinan agar kegiatan belajar mengajar menjadi lebih efektif.

Keenam, melatih siswa untuk berketrampilan dalam lingkungan sosial. Kedisiplinan tidak hanya dilakukan di sekolah saja, tetapi perlu diterapkan di lingkungan social. Perilaku disiplin ini tidak hanya dilakukan sekali saja, namun harus menjadi budaya individu agar dapat disiplin di lingkungan sosial. Maka seorang yang sudah masuk dalam lingkungan sosial perlu banyak penyesuaian terhadap berbagai macam karakter individu. Namun dengan kedisiplinan akan membuat seseorang mudah dalam memahami setiap karakter individu.

Ketujuh, meningkatkan rasa persatuan dan kebersamaan. Hal ini dapat dibuktikan dalam disiplin waktu. Satu langkah meningkatkan rasa persatuan dan kebersamaan adalah dengan disiplin waktu. Misalnya mampu menghargai waktu teman dengan tujuan menghindari keributan karena saling menunggu. Dengan disiplin waktu segala hal akan mudah selesai.

Akhirnya, disiplin dan tata tertib sekolah merupakan pedoman bagi sekolah untuk menciptakan susana sekolah yang aman dan tertib. Hal ini yang akan menghindari dari kejadian-kejadian yang bersifat negatif. Semoga hal itu bisa terwujud di semua lembaga pendidikan.

(disari dari berbagai sumber)

* Penulis adalah Guru Bimbingan Konseling (BK) SMP Islam Terpadu PAPB Semarang.

Editor Bahasa: Mokhamad Malikul Alam

Ilustrator Gambar: Mokhamad Malikul Alam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *