Membentuk Generasi Muslim Berkualitas

Jl. Panda Barat 44 Palebon Pedurungan, Semarang, 50199

logo

024-6731280

024-6731281

07:00 - 17:00 WIB

Senin - Sabtu

logo

123 456 789

info@example.com

Goldsmith Hall

New York, NY 90210

07:30 - 19:00

Monday to Friday

The child has one intuitive aim: self development

Era Keblinger Mendidik

Oleh: Usman Roin *

ADA-hal yang menarik selepas penulis melakukan sunah duha di masjid. Anak-anak kecil yang berkumpul, milenial lagi, entah sedang melakukan apa. Ketika penulis selesai menutup pintu masjid dan melangkahkan kaki ke teras masjid untuk mengambil sandal, tiba-tiba ada satu anak perempuan fasih melantunkan lagu pop dewasa. Bila tidak salah dengar, penyanyinya adalah Andmesh Kamaleng dengan judul “Cinta luar biasa.”

Tentang lirik yang dinyanyikan si anak tersebut adalah potongan bait: ….”Terimalah lagu ini, dari orang biasa; Tapi cintaku padamu luar biasa; Aku tak punya bunga; Aku tak punya harta; Yang ku punya hanyalah hati yang setia; Tulus padamu…”

Dengan merdu anak perempuan tersebut menyanyikan lagu. Hafal di luar kepala lafal bait lagu tersebut. Dalam benak penulis, sungguh anak kecil bila sering mendengar lagu, maka otomatis memori akan merekam, memahat, bahwa ada untaian kata yang di ukir dalam otaknya. Hal ini pas, cocok sekali, dengan kata mutiara Arab yang mengatakan ‘Atta’allum fis Shighori kan Naksi ‘alal Hajari’ yang artinya, belajar di waktu kecil itu bagaikan mengukir di atas batu.

Peristiwa tersebut memperlihatkan apakah kita sebagai orang tua sudah benar dalam mengisi gizi otak anak kita? Atau justru kecanggihan teknologi telah menjadi ‘orang tua’ kedua mereka! Belum lagi bila kita bertanya kepada diri sendiri, sudahkan gizi agama, lewat lantunan ayat-ayat Alquran, coba kita minta kepada anak-anak untuk menghafalkan? Tujuannya agar yang keluar dari mulut mereka tidak hanya lagu pop kekinian, melainkan lantunan ayat suci Alquran guna melahirkan generasi qurani masa depan.

Peristiwa di atas pula, bila ditelaah dengan seksama, menunjukkan pesan penting. Utamanya yang menjadi orang tua tidak lantas selesai begitu saja menjadi orang tua. Yakni, hamil, melahirkan, menyekolahkan, menguliahkan, hingga menikahkan. Melainkan ketika menjadi orang tua, juga memperhatikan conten apa saja yang telah dan akan di-insert-kan kepada anak, utamanya dalam hal agama sebagai bekal dasar hidup di masa mendatang.

Jujur harus diakui, bagi kita yang sudah berusia, religiusitas atau keberagamaan kita bisa menancap dengan baik itu berkat pola asuh orang tua kita semasa kecil dalam mendidik. Mulai dengan mengajak beribadah ke masjid, musala, atau diantarkan ke Taman Pendidikan Alquran (TPQ) untuk belajar membaca Alquran. Alhasil, ukiran pengetahuan agama kita terpahat dengan baik, membekas menjadi karakter religius yang kuat dan bisa kita rasakan hari ini. Pertanyaannya, pernahkan kita melakukan hal yang serupa untuk anak kita?

Lalu, bila kita tengok generasi milenial sekarang, tentu ini menjadi PR bersama. Pertanyaannya, bekal keterampilan apa yang akan diberikan kepada anak kita? Karena jangan sampai kita menjadi orang tua yang keblinger dalam mendidik. Mohon maaf, lebih sayang binatang peliharaan dari pada anak kita sendiri. Contoh kecil yang penulis lihat, ada keluarga yang suka memelihara aneka burung. Sehingga, setiap pagi kala keluarga tersebut bangun, yang dilakukan si bapak pertama kali adalah me-ngopeni aneka burung yang terdapat di sangkar. Mulai dari membersihkan kotoran di bawah sangkar, memandikan dengan cara disemprot, hingga menambah makanan dan menjemur yang dalam bahasa Jawa dinamakan ‘dede’.

Peristiwa kecil di atas adalah hal keliru yang semestinya tidak perlu kita lakukan. Sudah semestinya dibalik. Anak-anak kita kala bangun tidur diperhatikan dahulu. Bila pipis di tempat tidur dibersihkan dan dimandikan hingga bersih. Kemudian setelah bersih diganti bajunya yang wangi, dan suci, hingga kemudian kebiasaan tersebut berlanjut hingga dewasa secara mandiri.

Atau kalau yang sudah dewasa, membangun dan mengingatkan anak untuk salat wajib atau sunah, merutinkan untuk membaca Alquran serta meneladani untuk membaca buku, adalah hal yang perlu dilakukan. Hanya saja prilaku keblinger era zaman now tersebut banyak terjadi. Era sekarang, untuk mengingatkan atau mengajak orang lain lewat group WhatsApp (WA) saja mudahnya minta ampun. Masak mengajak anak, istri, serta keluarga untuk religius menjadi berat, beban. Itu tentu kebalikan yang menyesatkan.

Jika demikian adanya, sudah saatnya orang tua memperhatikan rumah dan keluarganya masing-masing. Terlebih, menurut Prof. H. Abuddin Nata dalam bukunya Ilmu Pendidikan Islam (2010:166), bahwa rumah adalah salah satu jenis lembaga pendidikan Islam masa awal. Rumah menjadi urgen keberadaannya, pertama, sebagai pendidikan informal dengan penekanan pada pembinaan watak, karakter, kepribadian, dan keterampilan mengerjakan pekerjaan atau tugas-tugas keseharian yang biasa terjadi di rumah tangga. Adapun yang kedua, rumah sebagai pendidikan non formal berkaitan dengan penanaman akidah, bimbingan membaca dan menghafal Alquran, praktik ibadah, dan praktik akhlak mulia.

Dengan demikian, belajar mendidik keluarga kita selama di rumah adalah hal utama. Mulai dari hal-hal terkecil, menyapu, mengepel, mencuci pakaian, memasak agar kelak ketika anak-anak dewasa perilaku tersebut tidak digantikan oleh pembantu. Melainkan anak-anak kita sudah terlatih karena dilatih sejak dini di rumah. Keberadaan rumah dijadikan sebagai laboratorium terdekat, hingga karakter tersebut turun temuran dan tidak terpenggal di tengah generasi. Jika hal itu sampai terjadi, berarti ada era keblinger dalam mendidik yang tidak kita sadari. Semoga tulisan kecil menjadi renungan bersama!

*Penulis adalah Guru Ekskul Jurnalistik SMP Islam Terpadu PAPB Semarang & alumnus UIN Walisongo.

Ilustrasi Gambar: Mokhamad Malikul Alam

(Visited 4 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Twitter
Please fill all required widget settings!

Disiplin dan Kondusif

Sebagai salah seorang almuni SMP IT PAPB Semarang, saya merasa bersyukur pernah menuntut ilmu disini. Dari sini, saya banyak mendapatkan…
testimoni-for-website-alumni-smp-islam-terpadu-papb-semarang-Khansa-Dita-Farida
2016-03-14T15:19:08+07:00
Sebagai salah seorang almuni SMP IT PAPB Semarang, saya merasa bersyukur pernah menuntut ilmu disini. Dari sini, saya banyak mendapatkan perbekalan ilmu, tak hanya akademik, namun juga dalam hal keagamaan. Kedisplinan dan pendekatan secara personal menjadi hal yang paling saya ingat. Komunikasi terjalin dengan amat baik antara guru dan murid sehingga tercipta lingkungan yang kondusif dan berpendidikan. Bagi saya, SMP […]

Pengaruh Besar

Pernah belajar di SMP IT PAPB Semarang merupakan suatu hal yang sangat saya syukuri karena memberikan pengaruh yang sangat besar…
testimoni-for-website-alumni-smp-islam-terpadu-papb-semarang-yanuar-muhammad-najih-Yanuar-Muhammad-Najih
2016-03-14T15:19:18+07:00
Pernah belajar di SMP IT PAPB Semarang merupakan suatu hal yang sangat saya syukuri karena memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap diri saya saat ini. Sistem pendidikan di PAPB didesain supaya anak didik tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan saja, namun juga menjadi terbiasa dalam menunaikan sholat berjamaah serta menjalankan amalan-amalan ibadah lainnya. Dengan pembiasaan-pembiasaan yang baik tersebut, lulusan SMP […]

Gurunya Asyik Kreatif & Komunikatif

Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari almuni SMP IT PAPB Semarang, tak hanya akademiknya yang unggul, namun sekolah ini menciptakan…
Alfin-Darari-testimoni-for-website-alumni-smp-islam-terpadu-papb-semarang-

Alfin Darari,

Alumni

2017-05-22T16:45:31+07:00

Alfin Darari,

Alumni

Alfin-Darari-testimoni-for-website-alumni-smp-islam-terpadu-papb-semarang-
Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari almuni SMP IT PAPB Semarang, tak hanya akademiknya yang unggul, namun sekolah ini menciptakan sebuah sistem lingkungan  untuk pendidikan akhlak, karakter dan kedisiplinan, membiasakan pegajaran amal ibadah lainya seperti sholat dhuha, sholat harus berjamaah, dsb, ditambah lagi sistem pengajarannya gurunya yang asyik, kreatif dan komunikatif membuat siswa mudah memahami pelajaran secara fundamental. “Sukses terus […]

Good Memories in Junior High School

Menghabiskan 3 tahun di SMP IT PAPB adalah momen yang ga pernah saya sesalin. Guru-gurunya juga mengayomi semua, tapi masih…
Vina-testimoni-for-website-alumni-smp-islam-terpadu-papb-semarang

Gusti Vina Aprilia

Alumni

2017-05-22T16:57:23+07:00

Gusti Vina Aprilia

Alumni

Vina-testimoni-for-website-alumni-smp-islam-terpadu-papb-semarang
Menghabiskan 3 tahun di SMP IT PAPB adalah momen yang ga pernah saya sesalin. Guru-gurunya juga mengayomi semua, tapi masih asik dan bisa becandaan bareng! Lingkungan sekolah yang ga bising suara jalan raya juga bikin konsen belajar. Solat jamaah yg harus jalan kaki beberapa langkah yang paling ga bikin lupa. Dan satu hal yang saya sadari, dari PAPB lah saya […]

Merasa Terpaksa

Rutinitas akademik dan kegiatan sekolah yang saya terima dari  SMP IT PAPB mendidik saya menjadi seseorang yang lebih baik meski…
DITO-PUTRA-HIDAYAN-testimoni-for-website-alumni-smp-islam-terpadu-papb-semarang-2017-web support by duaide

Dito Putra Hidiyan

Alumni IV

2017-05-29T19:19:47+07:00

Dito Putra Hidiyan

Alumni IV

DITO-PUTRA-HIDAYAN-testimoni-for-website-alumni-smp-islam-terpadu-papb-semarang-2017-web support by duaide
Rutinitas akademik dan kegiatan sekolah yang saya terima dari  SMP IT PAPB mendidik saya menjadi seseorang yang lebih baik meski awalnya merasa terpaksa. Namun berkat interaksi yang baik dari para guru dan peraturan sekolah membuat saya belajar banyak mengenai sesuatu hal yang baik untuk saya di masa depan. Sehingga saya bisa melewati UN dan Lulus Tahun 2010 berkat peran penting […]

Masa SMP ! dengan Tegasnya.

Setiap kali saya ditanya masa-masa apa yang paling mengesankan menurutmu, Liz? Saya jawab dengan tegas : MASA SMP ! karena…
LIZA-ZULFANA-MUFIDA-testimoni-alumni-for-smp-islam-terpadu-papb-semarang-2017-website-support-by-duaide
2017-05-29T19:31:53+07:00
Setiap kali saya ditanya masa-masa apa yang paling mengesankan menurutmu, Liz? Saya jawab dengan tegas : MASA SMP ! karena apa? Karena persaudaraan erat tanpa memandang status sosial seseorang. Iya benar sekali, di SMP saya tercinta SMP IT PAPB. Adek juga keponakan saya pun bersekolah di SMP IT PAPB. Para Guru Mampu menjaga kepercayaan dan amanah dari keluarga besar saya. […]

Pendidikan Formal & Agama Beriringan

Alhamdulillah.. saya diberi kesempatan untuk menuntut ilmu di kampus SMP IT PAPB yang penuh dengan bimbingan agama dan pendidikan formal…
Nungki-Wardhani-testimoni-alumni-for-smp-islam-terpadu-papb-semarang-2017-website-support-by-duaide
2017-05-29T19:41:55+07:00
Alhamdulillah.. saya diberi kesempatan untuk menuntut ilmu di kampus SMP IT PAPB yang penuh dengan bimbingan agama dan pendidikan formal yang berjalan beriringan. Yang InsyaAllah akan menjadi pedoman agar kita tidak terlena oleh dunia” Warm regards,

Syukur dan Bangga

Buat saya menjadi alumni dari SMP IT PAPB Semarang adalah sesuatu hal yang harus disyukuri dan dibanggakan. Karena disini saya…
Nurhandini-Maghda-Laily-testimoni-alumni-for-smp-islam-terpadu-papb-semarang-2017-website-support-by-duaide
2017-05-29T19:48:21+07:00
Buat saya menjadi alumni dari SMP IT PAPB Semarang adalah sesuatu hal yang harus disyukuri dan dibanggakan. Karena disini saya diajarkan untuk tidak hanya berhasil dalam urusan akademik tetapi juga dalam urusan agama yang belum tentu saya dapatkan di sekolah lain. Dan salah satu hal yang mengesankan adalah hubungan antara siswa dan guru yang terjalin dengan sangat baik, akrab tetapi […]

Tidak Pernah Ragu

Tidak pernah ragu kami memutuskan menyerahkan pendidikan anak kami ke SMP IT PAPB Semarang. Dan itu terbukti sampai sekarang, bagaimana…
ortu-siswa-Ngurah-Ayu-Nyoman-Murniati-testimoni-alumni-for-smp-islam-terpadu-papb-semarang-2017-website-support-by-duaide

Dr. Ngurah Ayu NM, M.Pd.

Orang Tua Siswa

2017-05-29T19:50:25+07:00

Dr. Ngurah Ayu NM, M.Pd.

Orang Tua Siswa

ortu-siswa-Ngurah-Ayu-Nyoman-Murniati-testimoni-alumni-for-smp-islam-terpadu-papb-semarang-2017-website-support-by-duaide
Tidak pernah ragu kami memutuskan menyerahkan pendidikan anak kami ke SMP IT PAPB Semarang. Dan itu terbukti sampai sekarang, bagaimana bangunan akhlak-karakter dan keilmuan mereka terbentuk. Terima kasih tak berhingga terhatur, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan RahmatNya kepada Yayasan, Kepala Sekolah, guru, dan tenaga kependidikan SMP PAPB… Dan Semoga PAPB tetap berjaya dan sarat prestasi.

Bekal Berjuang di Ibukota

Sebagai Alumni SMP IT PAPB Angkatan ke- 4 , saya Lutfi Agizal sanggat bangga sekali bisa menuntut ilmu pendidikan serta…
Lutfi-Agizal-testimoni-alumni-for-smp-islam-terpadu-papb-semarang-2017-website-support-by-duaide

Lutfi Agizal

Alumni IV

2017-05-29T20:49:12+07:00

Lutfi Agizal

Alumni IV

Lutfi-Agizal-testimoni-alumni-for-smp-islam-terpadu-papb-semarang-2017-website-support-by-duaide
Sebagai Alumni SMP IT PAPB Angkatan ke- 4 , saya Lutfi Agizal sanggat bangga sekali bisa menuntut ilmu pendidikan serta ilmu agama islam di sekolah yang saya bangakan. Alhamdulillah saat ini saya melanjutkan Kuliah di Universitas Pancasila Fakultas Psikologi Jakarta. Bekal ilmu agama yang diberikan di SMP IT PAPB menjadikan pondasi Agama serta Karakter saya yang saat ini terjun di […]
Open chat
1
Butuh bantuan?
Assalamualaikum, Selamat datang di Official Website SMP IT PAPB Semarang.
Ada yang bisa kami bantu?