Membentuk Generasi Muslim Berkualitas

Jl. Panda Barat 44 Palebon Pedurungan, Semarang, 50199

logo

024-6731280

024-6731281

07:00 - 17:00 WIB

Senin - Sabtu

logo

123 456 789

info@example.com

Goldsmith Hall

New York, NY 90210

07:30 - 19:00

Monday to Friday

The child has one intuitive aim: self development

Pudarnya Empati dan Sensitivitas Sosial

Oleh: Lyla Uluwwi Syarfiyah, S.Pd. *

SEPERTI-biasa, pagi itu penulis melaju ke tempat kerja dengan sepeda motor kesayangan. Baru saja keluar beberapa gang dari rumah jalanan sudah mulai macet. “Perasaan sudah berangkat lebih pagi. Eh, masih kena macet juga,” gerutu penulis dalam hati. Para pengguna jalan lain tidak sabar, klakson saling memaki meminta siapapun di depan lekas menyingkir.

Di tengah jembatan penulis menemukan ada seorang ibu muda penjual sayur, ada penjual ayam potong, lontong sayur, nasi rames, kue pukis dan banyak lagi. “Bagaimana tidak macet, kalau jembatannya beralih fungsi seperti ini?” gumam penulis. “Enggak pagi enggak sore pasti seperti ini. Sungguh terlalu. Ini kan jalan umum,” lanjut penulis jengkel.

Setelah melalui “jembatan penguji kesabaran”. Masih ada yang harus dilewati, “gang nggemeske”. Bukan pemandangan, atau jalanan di gang yang menyenangkan, tapi perilaku pengguna jalan di sana. Dari pengendara yang kurang sabaran, pejalan kaki/penyeberang yang asal menyeberang, parkiran motor yang nyelonong ke jalanan sehingga mengganggu kelancaran berlalu lalang. Seakan-akan setiap orang ingin dinomorsatukan. Yang penting urusan saya beres, kelar secepatnya, orang lain bisa menunggu.

Disadari maupun tidak, perkembangan zaman membawa dampak perubahan terhadap gaya hidup seseorang, salah satunya bila dilihat dari segi sosial. Orang menjadi lebih cuek pada lingkungan sekitar. Memang tidak salah juga memilih hidup secara individual seperti itu jika ingin menjaga privasi orang lain. Namun jangan sampai menghilangkan rasa empati pada sesama dong. Sebab, sebagai makhluk sosial kita perlu menunjukan rasa empati. Mengapa empati itu penting? Karena dapat membantu kita memahami perasaan orang lain sehingga dapat menanggapi situasi dengan tepat. Hal ini biasanya terkait perilaku sosial. Kalau dikaji lebih jauh, ternyata sikap empati mengandung banyak nilai positif di antaranya; kedisiplinan, kejujuran, rendah hati, kasih sayang, keramahan, kebaikan hati dan kebijaksanaan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi online, dijelaskan bahwa empati adalah keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain. Dilansir dari Psychology Today, empati merupakan pengalaman memahami pikiran, perasaan, dan kondisi orang lain dari sudut pandang mereka, bukan dari pikiran kita sendiri. Saat berempati, artinya kita mencoba membayangkan diri kita berada di posisi orang lain supaya memahami apa yang mereka rasakan atau alami. Empati menyebabkan kita memiliki perasaan untuk peduli atau bahkan membantu secara alami tanpa paksaan.

Menjadi seorang empati dan bisa mengekspresikannya bukan hal instan. Namun melalui proses panjang dan berkelanjutan serta dimulai dari diri sendiri, atas kemauan sendiri sehingga nantinya akan melekat pada diri. Seseorang dengan kemampuan berempati pada sesama dan lingkungan sekitar akan menumbuhkan sensitivitas sosial dalam dirinya. Sensitivitas sosial merupakan suatu kebutuhan yang hendaknya dimiliki oleh setiap orang khususnya generasi pada era teknologi seperti sekarang ini yang menjadikan seseorang terlalu sibuk dengan gawainya, sehingga kurang adanya kepekaan terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

Sebuah ungkapan mengatakan bahwa wilayah pengakuan seseorang ditentukan oleh wilayah berfikirnya, atau selama kita masih mau menyediakan diri kita sendiri untuk memikirkan orang lain maka di sanalah letak pengakuan diri kita akan terpatri. Namun sebaliknya jika kita hanya memikirkan diri kita sendiri maka jangan harap orang lain mau memikirkan diri kita dan menjadikan kita bagian dalam kehidupannya. Inilah substansi dari semangat kepedulian sosial (Social sensitivity) sebagai salah satu tangga mencapai kemenangan tertinggi.

Dalam membangun sensitivitas sosial sebagaimana dikemukakan Akhmad Muwafiq Saleh dalam bukunya Pendidikan Karakter dalam Perspektif Spiritual terdapat lima cara yang dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu: peka dan peduli, bersikap empati terhadap orang lain, jeli dan cermat, memiliki semangat memberi, serta zikir diri dan zikir sosial. Iman yang benar adalah keyakinan diri yang kuat dan kokoh di dalam hati seseorang (zikir diri) yang dapat mengarahkan pada sebuah tindakan tertentu yang terbaik (zikir sosial). Sehingga seseorang yang menyatakan beriman tentu ia akan berupaya kuat untuk mewujudkan keimanan atau keyakinannya untuk melakukan berbagai tindakan positif yang bermanfaat tidak hanya bagi dirinya sendiri namun juga bagi orang lain karena mereka sadar bahwa itulah letak nilai kebaikan manusia.

Mengingat pentingnya kemampuan empati dalam hubungan antar manusia, maka melatih dan mengembangkannya perlu dilakukan sedini mungkin dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga dilanjutkan di sekolah dan lembaga pendidikan lainnya. Mengasah empati bisa dilakukan dengan cara; belajar memahami perasaan orang lain, menawarkan dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan orang yang dibantu, mengakui dan menghargai kekuatan, keberhasilan, dan perkembangan orang lain, menghargai keberagaman dalam bermasyarakat, dan belajar memahami emosi pribadi sehingga bisa memahami emosi orang lain, dengan tulus dan ikhlas dari dalam hati bukan karena ada tujuan tertentu itulah yan akan menumbuhkan rasa empati dan sensitivitas sosial.

Mengakhiri tulisan ini, Stephen Covey mengatakan “When you show deep empathy toward others, their defensive energy goes down, and positive energy replaces it. That’s when you can get more creative in solving problems.” Artinya, ketika kamu menunjukkan empati yang dalam terhadap orang lain, energi perlawanan mereka akan melemah, dan energi positif menggantikannya. Itu ketika kamu menjadi lebih kreatif dalam menyelesaikan masalah. Semoga kita bisa melakukan. Amin.

*Penulis adalah Guru Bahasa Inggris SMP Islam Terpadu PAPB Semarang

Editor Bahasa: Mokhamad Malikul Alam

Ilustrasi Gambar: Mokhamad Malikul Alam

(Visited 19 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Twitter
Please fill all required widget settings!

Disiplin dan Kondusif

Sebagai salah seorang almuni SMP IT PAPB Semarang, saya merasa bersyukur pernah menuntut ilmu disini. Dari sini, saya banyak mendapatkan…
testimoni-for-website-alumni-smp-islam-terpadu-papb-semarang-Khansa-Dita-Farida
2016-03-14T15:19:08+07:00
Sebagai salah seorang almuni SMP IT PAPB Semarang, saya merasa bersyukur pernah menuntut ilmu disini. Dari sini, saya banyak mendapatkan perbekalan ilmu, tak hanya akademik, namun juga dalam hal keagamaan. Kedisplinan dan pendekatan secara personal menjadi hal yang paling saya ingat. Komunikasi terjalin dengan amat baik antara guru dan murid sehingga tercipta lingkungan yang kondusif dan berpendidikan. Bagi saya, SMP […]

Pengaruh Besar

Pernah belajar di SMP IT PAPB Semarang merupakan suatu hal yang sangat saya syukuri karena memberikan pengaruh yang sangat besar…
testimoni-for-website-alumni-smp-islam-terpadu-papb-semarang-yanuar-muhammad-najih-Yanuar-Muhammad-Najih
2016-03-14T15:19:18+07:00
Pernah belajar di SMP IT PAPB Semarang merupakan suatu hal yang sangat saya syukuri karena memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap diri saya saat ini. Sistem pendidikan di PAPB didesain supaya anak didik tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan saja, namun juga menjadi terbiasa dalam menunaikan sholat berjamaah serta menjalankan amalan-amalan ibadah lainnya. Dengan pembiasaan-pembiasaan yang baik tersebut, lulusan SMP […]

Gurunya Asyik Kreatif & Komunikatif

Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari almuni SMP IT PAPB Semarang, tak hanya akademiknya yang unggul, namun sekolah ini menciptakan…
Alfin-Darari-testimoni-for-website-alumni-smp-islam-terpadu-papb-semarang-

Alfin Darari,

Alumni

2017-05-22T16:45:31+07:00

Alfin Darari,

Alumni

Alfin-Darari-testimoni-for-website-alumni-smp-islam-terpadu-papb-semarang-
Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari almuni SMP IT PAPB Semarang, tak hanya akademiknya yang unggul, namun sekolah ini menciptakan sebuah sistem lingkungan  untuk pendidikan akhlak, karakter dan kedisiplinan, membiasakan pegajaran amal ibadah lainya seperti sholat dhuha, sholat harus berjamaah, dsb, ditambah lagi sistem pengajarannya gurunya yang asyik, kreatif dan komunikatif membuat siswa mudah memahami pelajaran secara fundamental. “Sukses terus […]

Good Memories in Junior High School

Menghabiskan 3 tahun di SMP IT PAPB adalah momen yang ga pernah saya sesalin. Guru-gurunya juga mengayomi semua, tapi masih…
Vina-testimoni-for-website-alumni-smp-islam-terpadu-papb-semarang

Gusti Vina Aprilia

Alumni

2017-05-22T16:57:23+07:00

Gusti Vina Aprilia

Alumni

Vina-testimoni-for-website-alumni-smp-islam-terpadu-papb-semarang
Menghabiskan 3 tahun di SMP IT PAPB adalah momen yang ga pernah saya sesalin. Guru-gurunya juga mengayomi semua, tapi masih asik dan bisa becandaan bareng! Lingkungan sekolah yang ga bising suara jalan raya juga bikin konsen belajar. Solat jamaah yg harus jalan kaki beberapa langkah yang paling ga bikin lupa. Dan satu hal yang saya sadari, dari PAPB lah saya […]

Merasa Terpaksa

Rutinitas akademik dan kegiatan sekolah yang saya terima dari  SMP IT PAPB mendidik saya menjadi seseorang yang lebih baik meski…
DITO-PUTRA-HIDAYAN-testimoni-for-website-alumni-smp-islam-terpadu-papb-semarang-2017-web support by duaide

Dito Putra Hidiyan

Alumni IV

2017-05-29T19:19:47+07:00

Dito Putra Hidiyan

Alumni IV

DITO-PUTRA-HIDAYAN-testimoni-for-website-alumni-smp-islam-terpadu-papb-semarang-2017-web support by duaide
Rutinitas akademik dan kegiatan sekolah yang saya terima dari  SMP IT PAPB mendidik saya menjadi seseorang yang lebih baik meski awalnya merasa terpaksa. Namun berkat interaksi yang baik dari para guru dan peraturan sekolah membuat saya belajar banyak mengenai sesuatu hal yang baik untuk saya di masa depan. Sehingga saya bisa melewati UN dan Lulus Tahun 2010 berkat peran penting […]

Masa SMP ! dengan Tegasnya.

Setiap kali saya ditanya masa-masa apa yang paling mengesankan menurutmu, Liz? Saya jawab dengan tegas : MASA SMP ! karena…
LIZA-ZULFANA-MUFIDA-testimoni-alumni-for-smp-islam-terpadu-papb-semarang-2017-website-support-by-duaide
2017-05-29T19:31:53+07:00
Setiap kali saya ditanya masa-masa apa yang paling mengesankan menurutmu, Liz? Saya jawab dengan tegas : MASA SMP ! karena apa? Karena persaudaraan erat tanpa memandang status sosial seseorang. Iya benar sekali, di SMP saya tercinta SMP IT PAPB. Adek juga keponakan saya pun bersekolah di SMP IT PAPB. Para Guru Mampu menjaga kepercayaan dan amanah dari keluarga besar saya. […]

Pendidikan Formal & Agama Beriringan

Alhamdulillah.. saya diberi kesempatan untuk menuntut ilmu di kampus SMP IT PAPB yang penuh dengan bimbingan agama dan pendidikan formal…
Nungki-Wardhani-testimoni-alumni-for-smp-islam-terpadu-papb-semarang-2017-website-support-by-duaide
2017-05-29T19:41:55+07:00
Alhamdulillah.. saya diberi kesempatan untuk menuntut ilmu di kampus SMP IT PAPB yang penuh dengan bimbingan agama dan pendidikan formal yang berjalan beriringan. Yang InsyaAllah akan menjadi pedoman agar kita tidak terlena oleh dunia” Warm regards,

Syukur dan Bangga

Buat saya menjadi alumni dari SMP IT PAPB Semarang adalah sesuatu hal yang harus disyukuri dan dibanggakan. Karena disini saya…
Nurhandini-Maghda-Laily-testimoni-alumni-for-smp-islam-terpadu-papb-semarang-2017-website-support-by-duaide
2017-05-29T19:48:21+07:00
Buat saya menjadi alumni dari SMP IT PAPB Semarang adalah sesuatu hal yang harus disyukuri dan dibanggakan. Karena disini saya diajarkan untuk tidak hanya berhasil dalam urusan akademik tetapi juga dalam urusan agama yang belum tentu saya dapatkan di sekolah lain. Dan salah satu hal yang mengesankan adalah hubungan antara siswa dan guru yang terjalin dengan sangat baik, akrab tetapi […]

Tidak Pernah Ragu

Tidak pernah ragu kami memutuskan menyerahkan pendidikan anak kami ke SMP IT PAPB Semarang. Dan itu terbukti sampai sekarang, bagaimana…
ortu-siswa-Ngurah-Ayu-Nyoman-Murniati-testimoni-alumni-for-smp-islam-terpadu-papb-semarang-2017-website-support-by-duaide

Dr. Ngurah Ayu NM, M.Pd.

Orang Tua Siswa

2017-05-29T19:50:25+07:00

Dr. Ngurah Ayu NM, M.Pd.

Orang Tua Siswa

ortu-siswa-Ngurah-Ayu-Nyoman-Murniati-testimoni-alumni-for-smp-islam-terpadu-papb-semarang-2017-website-support-by-duaide
Tidak pernah ragu kami memutuskan menyerahkan pendidikan anak kami ke SMP IT PAPB Semarang. Dan itu terbukti sampai sekarang, bagaimana bangunan akhlak-karakter dan keilmuan mereka terbentuk. Terima kasih tak berhingga terhatur, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan RahmatNya kepada Yayasan, Kepala Sekolah, guru, dan tenaga kependidikan SMP PAPB… Dan Semoga PAPB tetap berjaya dan sarat prestasi.

Bekal Berjuang di Ibukota

Sebagai Alumni SMP IT PAPB Angkatan ke- 4 , saya Lutfi Agizal sanggat bangga sekali bisa menuntut ilmu pendidikan serta…
Lutfi-Agizal-testimoni-alumni-for-smp-islam-terpadu-papb-semarang-2017-website-support-by-duaide

Lutfi Agizal

Alumni IV

2017-05-29T20:49:12+07:00

Lutfi Agizal

Alumni IV

Lutfi-Agizal-testimoni-alumni-for-smp-islam-terpadu-papb-semarang-2017-website-support-by-duaide
Sebagai Alumni SMP IT PAPB Angkatan ke- 4 , saya Lutfi Agizal sanggat bangga sekali bisa menuntut ilmu pendidikan serta ilmu agama islam di sekolah yang saya bangakan. Alhamdulillah saat ini saya melanjutkan Kuliah di Universitas Pancasila Fakultas Psikologi Jakarta. Bekal ilmu agama yang diberikan di SMP IT PAPB menjadikan pondasi Agama serta Karakter saya yang saat ini terjun di […]
Open chat
1
Butuh bantuan?
Assalamualaikum, Selamat datang di Official Website SMP IT PAPB Semarang.
Ada yang bisa kami bantu?